MAKALAH FISIKA
“PENGGUNAAN
EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE LITHOTRIPSY (ESWL) PADA BATU GINJAL”
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah FISIKA
yang
Diampu oleh Dr. Parno, M.Si
Disusun
Oleh:
I
Made Jody Setiawan
(210343606471)
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM
STUDI BIOTEKNOLOGI
NOVEMBER
2021
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Batu ginjal atau
nefrolitialis adalah pembentukan zat keras seperti batu yang berasal dari
mineral dan garam ginjal. Batu ginjal
dapat muncul di sepanjang saluran kemih di ginjal, ureter (saluran yang membawa
urin dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang
membawa urin dari tubuh). Batu ginjal terbentuk dari produk limbah dalam darah
yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Contoh bahan kimia yang dapat
membentuk batu ginjal antara lain kalsium dan asam oksalat. Seiring waktu,
bahan menjadi lebih keras dan lebih seperti batu. Pengobatan batu ginjal
disesuaikan dengan kondisi pasien. Salah satu prosedur pengobatan batu ginjal
ialah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
penyebab batu ginjal?
2. Bagaimana
proses pengobatan batu ginjal dengan ESWL?
3. Bagaimana
peran fisika dalam alat ESWL
C.
Tujuan
1. Menjelaskan
penyebab batu ginjal.
2. Menjelaskan
proses pengobatan batu ginjal dengan ESWL.
3. Menjelaskan peran fisika dalam alat ESWL.
BAB
2
PEMBAHASAN
A.
Penyebab
Batu Ginjal
Batu ginjal terbentuk
dari urine yang mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan Kimia yang
dimaksud seperti kalsium, asam urat, sistin, atau strutive yang bisa
mempercetat pembentukannya batu.
Meskipun demikian,
terdapat beberapa jenis batu ginjal berdasarkan penyebabnya yaitu:
1.
Tumpukan
Kalsium
Kelebihan kalsium dapat
menyebabkan batu ginjal. Hal ini dikarenakan kalsium yang tidak lagi dibutuh
tulang dan otot akan pergi ke ginjal. Umumnya, ginjal akan mengekskresikan ekstrak
kalsium bersamaan dengan sisa urine. Orang yang memiliki batu kalsium
menandakan dalam ginjal mereka tersimpan kalsium. Kalsium yang tersimpan
bereaksi dengan produk limbah lain untuk membentuk batu.
2.
Asam
Urat Tinggi
Saat urine terlalu
mengandung banyak asam maka akan terbentuk batu asam urat. Mengkonsumsi terlalu
banyak makanan yang terbuat dari daging, ikan, dan kerang dapat menyebabkan
batu asam urat.
3.
Infeksi
Ginjal
Orang yang memiliki
infeksi ginjal(pielonefritis) memiliki kemungkinan ditemukannya batu struvite
pada ginjalnya.
4.
Faktor
Genetik
Batu sistin adalah
hasil dari kelainan keturunan, yang berarti bahwa masalah tersebut diturunkan
dari orang tua ke anak. Kondisi ini menyebabkan sistin (asam amino dalam tubuh)
bocor dari ginjal ke dalam urin.
B.
Proses
Pengobatan Batu Ginjal Dengan ESWL
Dengan alat ESWL,
dokter urologi akan memberikan 1000-2000 gelombang kejut yang berfokuss kepada
batu ginjal. Gelombang tersebut akan menghancurkan endapan batu ginjal menjadi
pecahan-pecahan yang sangat kecil, dengan demikian batu bisa keluar bersamaan
dengan urine.
Dalam beberapa kasus,
dokter dapat melakukan pemasangan stent atau memasukkan selang dari kandung
kemih ke dalam ginjal sebelum melakukan prosedur ESWL. Teknik ini diperuntukan
bagi penderita batu ginjal yang mengalami
nyeri sangat parah,
penyumbatan ginjal menuju kandung kemih
(ureter), risiko infeksi saluran kemih, dan gejala gangguan fungsi ginjal.
Proses ini memakan waktu 45-60 menit.
C.
Peran
Fisika Dalam Alat ESWL
Gelombang kejut adalah gelombang aliran yang sangat cepat karena tekanan,
suhu, dan densitas naik dengan cepat pada saat yang bersamaan. Seperti
gelombang biasa, gelombang kejut membawa energi dan dapat merambat melalui
media padat, cair, atau gas.
Secara umum, gelombang kejut ditandai dan dipicu oleh high positive pressure (compressive wave) dengan durasi singkat sekitar 1 mikrodetik, diikuti oleh negative pressure (tensile wave) dengan durasi sekitar 3 mikrodetik. Tekanan positif yang tinggi pada batu ginjal dibiaskan dan dipantulkan, yang pada akhirnya menimbulkan tegangan tarik dan geser pada batu ginjal. Selain itu, retakan muncul dan menyebar, memecah batu menjadi dua atau lebih potongan besar. Pada saat yang sama, beban tekanan tinggi dapat menyebabkan erosi permukaan batu ginjal. Proses di atas dikatakan sebagai efek langsung dari gelombang kejut. Tekanan negatif menciptakan gelembung kavitasi dalam cairan di sekitar batu ginjal, yang dikenal sebagai efek tidak langsung dari gelombang kejut. Gelembung kavitasi ini runtuh dan mengenai permukaan batu ginjal, menyebabkan erosi.
D. Desain
Miniatur
BAB
3
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Batu ginjal merupakan
suatu penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Hal ini dapat dilihat dari
penyebab batu ginjal itu sendiri. Selain itu batu ginjal memiliki gejala yang
sedikit dan tidak terlalu signifikan pada awalnya. Dengan begitu masyarakat
akan menyepelekan gejala tersebut.
Pada zaman yang modern
ini penyakit batu ginjal dapat disembuhkan dengan mudah dan tanpa melakukan
operasi. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) merupakan sebuah penemuan
yang terbukti ampuh untuk mengatasi batu ginjal. Batu ginjal dapat diatasi
dengan cepat serta tanpa adanya tindakan operasi. Dengan menggunakan gelombang
kejut sebagai pengancur batu ginjal.
B.
Saran
Dalam makalah ini
penulis sadar betul bahwa masih terdapat banyak kesalahan serta jauh dari kesempurnaan,
dikarenakan pengalaman dan pengetahuan penulis yang masih terbatas. Maka dari
itu penulis memohon untuk memberikan saran dan kritik yang membangun agar
makalah ini dapat diperbaiki menjadi lebih baik.
Daftar
Pustaka
Alodokter.2019. Batu Ginjal
- Gejala, penyebab dan mengobati.
https://www.alodokter.com/batu-ginjal
Hello Sehat. 2021. Batu
Ginjal (Kencing Batu): Obat, Gejala, dll.
https://hellosehat.com/urologi/ginjal/pengertian-batu-ginjal/
Halodoc. 2020. Begini
Prosedur ESWL untuk Mengatasi Batu Ginjal
https://www.halodoc.com/artikel/begini-prosedur-eswl-untuk-mengatasi-batu-ginjal
Febridani's Rooms.
2021. Gelombang Kejut (shock Wave)
https://febridani.wordpress.com/about-my-self/gelombang-kejut-shock-wave/