Budi adalah seorang bocah laki-laki yang duduk di
bangku sekolah dasar. Ia sudah kelas 6 namun belum sunat, sedangkan teman-teman
laki-laki Budi sudah sunat semua. Budi anak yang pembernai ia juga ingin segera
disunat.
Pada jam istirahat Budi pada temannya bagaimana
rasanya sunat. Teman-temannya bilang kalau sunat itu tidak sakit, mereka bilang
seperti digigit semut. Salah satu teman Budi menakut-nakut i Budi kalau Budi
terlalu besar dan belum sunat maka saat sunat akan lebih sakit.
Salah satu teman budi juga bercerita tentang sunat
laser. Tapi ia tidak tahu dimana itu. Ia bercerita pada teman-temannya kalau
sunat laser lebih tidak sakit. Budi pun tertarik dan ingin mencobanya.
Saat pulang kerumah Budi langsung menghampiri ibunya
dan minta disunat laser. Ibu Budi pun tak tau apa itu sunat laser. Ia pun
mencarinya diinternet. Ia membaca sebuah artikel yang berisikan sunat laser. Dalam
artikel tersebut diterangkan bahwa metode sunat laser adalah metode sunat
dengan sinar laser CO2. Metode ini memiliki hasil lebih rapi dan
luka dapat sembuh lebih cepat. Akan tetapi, metode sunat laser belum banyak
tersedia di fasilitas pelayanan medis Indonesia.
Dengan pertimbangan yang matang ibu Budi memutuskan
untuk sunat metode biasa saja, pertembangan ini diambil karena melihat
fasilitas pelayan medis Indonesia mengenai metode ini belum banyak.
Budi pun menerimanya saja. Yang ia pikirka adalah ia
segera sunat.
*sebuah ilustrasi pendek untuk mengisi waktumu dan menambah sedikit wawasanmu :")
No comments:
Post a Comment