Monday, September 27, 2021

Enzim

            Pada suatu sekolah belajarlah seorang siswa laki-laki yang bernama Telsa. Telsa adalah siswa yang pandai serta memiliki rasa pensaran yang tinggi. Ia sangat sekali dengan kegiatan praktikum.

          Suatu hari ia meiliki kelas di laboratorium. Tentunya ia tak lupa untuk memakai pakaian laboratorium. Di kelas tersebut diperlihatkan suatu percobaan, dimana percobaan tersebut memerlihatkan sebuah enzim.

          Telsa benar-benar takjub melihatnya. Berbagai pertanyaanpun muncul dibenaknya. Seperti bagaimana suatu enzim bekerja? Apakah ada yang mempengauhinya? Dan suatu pertanyaan yang benar-benar Telsa merasa penasaran adalah apa yang sebenarnya terjadi di dalam enzim tersebut. Untuk memuaskan dahaganya akan jawaban pun membuatnya bertanya kepada ibu guru.

“Izin bertanya bu! Apa yang sedang terjadi didalam enzim tersebut saat bereaksi bu?”, tanya Telsa.

Ibu guru pun menjawab “Pertanyaan yang bagus, saat suate enzim bereaksi dalam tersebut terjadi sebuah tumbukan”.

“Tumbuka seperti apa bu?” Tanya teman Telsa yang ikut penasaran.

“Tumbukan tersebut adalah tumbukan atau tabrakan antar partikel dari enzim tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suatu ezim, contohnya adalah suhu. Ketika suatu enzim diberikan suhu yang pas untuk bekerja secara optimal maka partikel dari enzim tersebut akan bertumbuk secara cepat. Tumbukan yang terjadi adalah tumbukan elastik, dimana saat tubrukan antar partikel tidan menjadi satu melainkan sama-sama terpantul dan bertmbukan dengan partikel lainnya, begitu seterusnya,” jelas ibu guru.

Jawaban tersebut membuat Telsa merasa terkagum-kagum atas kuasa Tuhan yang beguitu luar biasa. Tak terasa jam kelas tersebut telah usai. Kelas praktikum yang diadakan saat jam terakhir terasa menyenangkan. Telsa sangat senang karena hari ini ia mendapat ilmu yang bermanfaat. Ia juga bersyukur pada Tuhan atas kesempatan yang ia dapat.

 


Monday, September 20, 2021

Kinematika dalam Gerak Proyektil, Gerak Relatif, dan Gerak Sirkuler

 Gerak Proyektil

Gerak proyektil adalah suatu gerak benda yang diberi kecepatan awal, kemudian menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan udara. Selain itu gerak proyektil bisa didefinisikan sebagai sebuah objek yang meluncur di udara dan bergerak tidak dengan daya dorongnya sendiri.

Gerak proyektil mempunyai komponen vertikal dan horizontal. Komponen horizontal dipengaruhi oleh kecepatan awal dan tekanan udara yang bisa berhubungan dengan perpindahan gerak, sedangkan komponen vertikal dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan tekanan udara namun tidak berhubungan dengan perpindahan gerak.

Prinsip gerak proyektil pada umumnya adalah mengoptimalkan secara lebih pada sudut dimana sebuah objek diproyeksikan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Pada umumnya arah dimensi pada gerak proyektil digunakan untuk menggambarkan suatu benda antara ketinggian yang ditempuh dan  kecepatan perpindahan yang didapat.

Gerak Relatif

Gerak Relatif adalah suatu pengamatan pada suatu benda dimana pergerakan benda dilihat dari suatu titik acuan tempat benda tersebut diperbandingkan. Dapat dikatakan jika suatu benda bergerak apabila ada suatu perubahan posisi yang berbeda dari posisi awalnya, suatu benda dapat bergerak menjauh maupun mendekat. Selain itu gerak benda juga dapat dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi yang pada umumnya dipengaruhi oleh dua jenis energi, yaitu energi potensial dan energi kinetik.

Gerak Sirkuler

Gerak sirkuler atau yang biasa disebut gerak melingkar adalah suatu gerak yang bergerak pada lintasan yang berbentuk melingkar. Dalam gerak melingkar terdapat dua jenis besaran, yaitu besaran sudut (anguler) dan besaran linear (tangensial). Besaran sudut adalah besaran yang arah kerjanya melingkar atau membentuk sudut tertentu. Besaran linear adalah besaran yang arah kerjanya lurus. Dalam besaran sudut meliputi periode, frekuensi, posisi sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Sedangkan pada besaran linear besarannya yaitu jari-jari, panjang lintasan, kecepatan linear, Percepatan tangensial, percepatan sentripetal dan percepatan total. Gerak melingkar dibagi menjadi dua yaitu Gerak Melingkar Beraturan (GMB) dan Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB).

Monday, September 13, 2021

GERAK


            Dalam ilmu fisika, gerak didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Gerak maju dan juga mundur, serta gerak bisa naik dan turun.

Salah satu jenis gerak yang paling umum adalah gerak lurus. Gerak lurus adalah gerak yang memiliki lintasan lurus gerak lurus dibedakan menjadi dua yaitu gerak lurus dengan kecepatan tetap yang disebut gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus dengan percepatan tetap yang disebut gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Apabila benda bergerak lurus dengan lintasan arah vertikal maka benda dikatakan melalukukan gerakan vertikal. Gerak vertikal terdiri dari dua gerak jatuh bebas gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah. Selain itu gerak juga bisa dibagi menjadi dua dimensi dan tiga dimensi.

Kecepatan merupakan cepat lambatnya perpindahan dan perubahan posisi suatu benda terhadap waktu tempuh, dan termasuk kedalam besaran vektor yaitu besaran yang memiliki arah dan nilai. Dalam hukum fisika, kecepatan dinotasikan dengan simbol V.

Percepatan adalah nilai laju perubahan kecepatan tiap satuan waktu. Percepatan merupakan jenis besaran vektor yang memiliki besar nilai dan arah. Dalam hukum fisika percepatan dinotasikan dengan simbol a.

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang konstan. Pada gerak lurus beraturan kecepatan yang dimiliki benda tetap (b = tetap)

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) berturut-turut adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus yang mempunyai pkecepatan tetap sedangkan percepatannyanya sama dengan nol (a = 0)

  MAKALAH FISIKA “PENGGUNAAN EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE LITHOTRIPSY (ESWL) PADA BATU GINJAL” Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah FISIKA ya...