Tuesday, December 21, 2021

 MAKALAH FISIKA

“PENGGUNAAN EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE LITHOTRIPSY (ESWL) PADA BATU GINJAL”

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah FISIKA

yang Diampu oleh Dr. Parno, M.Si

 

 



Disusun Oleh:

I Made Jody Setiawan

(210343606471)

 


UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI

NOVEMBER 2021






BAB 1

PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Batu ginjal atau nefrolitialis adalah pembentukan zat keras seperti batu yang berasal dari mineral dan garam  ginjal. Batu ginjal dapat muncul di sepanjang saluran kemih di ginjal, ureter (saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang membawa urin dari tubuh). Batu ginjal terbentuk dari produk limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Contoh bahan kimia yang dapat membentuk batu ginjal antara lain kalsium dan asam oksalat. Seiring waktu, bahan menjadi lebih keras dan lebih seperti batu. Pengobatan batu ginjal disesuaikan dengan kondisi pasien. Salah satu prosedur pengobatan batu ginjal ialah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

 

B.            Rumusan Masalah

1.    Apa penyebab batu ginjal?

2.    Bagaimana proses pengobatan batu ginjal dengan ESWL?

3.    Bagaimana peran fisika dalam alat ESWL

 

C.           Tujuan

1.    Menjelaskan penyebab batu ginjal.

2.    Menjelaskan proses pengobatan batu ginjal dengan ESWL.

3.    Menjelaskan peran fisika dalam alat ESWL.






BAB 2

PEMBAHASAN

A.           Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal terbentuk dari urine yang mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan Kimia yang dimaksud seperti kalsium, asam urat, sistin, atau strutive yang bisa mempercetat pembentukannya batu.

Meskipun demikian, terdapat beberapa jenis batu ginjal berdasarkan penyebabnya yaitu:

1.             Tumpukan Kalsium

Kelebihan kalsium dapat menyebabkan batu ginjal. Hal ini dikarenakan kalsium yang tidak lagi dibutuh tulang dan otot akan pergi ke ginjal. Umumnya, ginjal akan mengekskresikan ekstrak kalsium bersamaan dengan sisa urine. Orang yang memiliki batu kalsium menandakan dalam ginjal mereka tersimpan kalsium. Kalsium yang tersimpan bereaksi dengan produk limbah lain untuk membentuk batu.

2.             Asam Urat Tinggi

Saat urine terlalu mengandung banyak asam maka akan terbentuk batu asam urat. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang terbuat dari daging, ikan, dan kerang dapat menyebabkan batu asam urat.

3.             Infeksi Ginjal

Orang yang memiliki infeksi ginjal(pielonefritis) memiliki kemungkinan ditemukannya batu struvite pada ginjalnya.

4.             Faktor Genetik

Batu sistin adalah hasil dari kelainan keturunan, yang berarti bahwa masalah tersebut diturunkan dari orang tua ke anak. Kondisi ini menyebabkan sistin (asam amino dalam tubuh) bocor dari ginjal  ke dalam urin.

 

B.            Proses Pengobatan Batu Ginjal Dengan ESWL

Dengan alat ESWL, dokter urologi akan memberikan 1000-2000 gelombang kejut yang berfokuss kepada batu ginjal. Gelombang tersebut akan menghancurkan endapan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang sangat kecil, dengan demikian batu bisa keluar bersamaan dengan urine.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemasangan stent atau memasukkan selang dari kandung kemih ke dalam ginjal sebelum melakukan prosedur ESWL. Teknik ini diperuntukan bagi penderita batu ginjal yang mengalami  nyeri  sangat parah, penyumbatan  ginjal menuju kandung kemih (ureter), risiko infeksi saluran kemih, dan gejala gangguan fungsi ginjal. Proses ini memakan waktu 45-60 menit.

 

C.           Peran Fisika Dalam Alat ESWL

Gelombang kejut adalah gelombang  aliran yang sangat cepat karena tekanan, suhu, dan densitas naik dengan cepat pada saat yang bersamaan. Seperti gelombang biasa, gelombang kejut membawa energi dan dapat merambat melalui media padat, cair, atau gas.

Secara umum, gelombang kejut ditandai dan dipicu oleh high positive pressure (compressive wave) dengan durasi singkat sekitar 1 mikrodetik,  diikuti oleh negative pressure (tensile wave) dengan durasi sekitar 3 mikrodetik. Tekanan positif yang tinggi pada batu ginjal dibiaskan dan dipantulkan, yang pada akhirnya menimbulkan tegangan tarik dan geser pada batu ginjal. Selain itu, retakan muncul dan menyebar, memecah batu  menjadi dua atau lebih potongan besar. Pada saat yang sama, beban tekanan tinggi dapat menyebabkan erosi  permukaan batu ginjal. Proses di atas dikatakan sebagai efek langsung dari gelombang kejut. Tekanan negatif menciptakan gelembung kavitasi dalam cairan di sekitar batu ginjal, yang dikenal sebagai efek tidak langsung dari gelombang kejut. Gelembung kavitasi ini runtuh dan mengenai permukaan batu ginjal, menyebabkan erosi.

D.          Desain Miniatur

 





BAB 3

PENUTUP

A.           Kesimpulan

Batu ginjal merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Hal ini dapat dilihat dari penyebab batu ginjal itu sendiri. Selain itu batu ginjal memiliki gejala yang sedikit dan tidak terlalu signifikan pada awalnya. Dengan begitu masyarakat akan menyepelekan gejala tersebut.

Pada zaman yang modern ini penyakit batu ginjal dapat disembuhkan dengan mudah dan tanpa melakukan operasi. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) merupakan sebuah penemuan yang terbukti ampuh untuk mengatasi batu ginjal. Batu ginjal dapat diatasi dengan cepat serta tanpa adanya tindakan operasi. Dengan menggunakan gelombang kejut sebagai pengancur batu ginjal.

 

B.            Saran

Dalam makalah ini penulis sadar betul bahwa masih terdapat banyak kesalahan serta jauh dari kesempurnaan, dikarenakan pengalaman dan pengetahuan penulis yang masih terbatas. Maka dari itu penulis memohon untuk memberikan saran dan kritik yang membangun agar makalah ini dapat diperbaiki menjadi lebih baik.

 





Daftar Pustaka

Alodokter.2019. Batu Ginjal - Gejala, penyebab dan mengobati.

https://www.alodokter.com/batu-ginjal

Hello Sehat. 2021. Batu Ginjal (Kencing Batu): Obat, Gejala, dll.

https://hellosehat.com/urologi/ginjal/pengertian-batu-ginjal/

Halodoc. 2020. Begini Prosedur ESWL untuk Mengatasi Batu Ginjal

https://www.halodoc.com/artikel/begini-prosedur-eswl-untuk-mengatasi-batu-ginjal

Febridani's Rooms. 2021. Gelombang Kejut (shock Wave)

https://febridani.wordpress.com/about-my-self/gelombang-kejut-shock-wave/

 

Monday, December 13, 2021

Apa itu Radioaktivitas?

Radioaktivitas adalah proses pemancaran radiasi dengan spontan. Radioaktivitas juga disebut proses pada nukleon atau inti atom yang tidak stabil kehilahang energinya dengan tindakan pemancaran partikel radiasi. Hal tersebut terjadi karena alasan tertentu, tidak stabil; itu "ingin" memberikan energi untuk beralih ke konfigurasi yang lebih stabil. Pada tahun 1900 hingga 1950, banyak ilmu fisika modern dikhususkan untuk mengeksplorasi mengapa ini terjadi, dengan hasil penemuan ilmu terkait peluruhan nuklir cukup dipahami dengan baik pada tahun 1960. Terlalu banyak neutron pada inti atom menyebabkan pancaran partikel beta negatif , yang akan mengubah salah satu neutron menjadi proton. Terlalu banyak proton pada inti atom menyebabkannya memancarkan positron (elektron bermuatan positif), dengan mengubah proton menjadi neutron. Terlalu banyak energi menyebabkan inti memancarkan sinar gamma, yang mengakibatkan pembuangan energi dalam sekala besar tanpa mengubah partikel apa pun di dalam nukleus. Terlalu banyak massa menyebabkan inti memancarkan partikel sinar alfa, dengan membuang empat partikel berat (dua proton dan dua neutron).

  MAKALAH FISIKA “PENGGUNAAN EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE LITHOTRIPSY (ESWL) PADA BATU GINJAL” Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah FISIKA ya...